Hamba Tuhan
Login





Lost Password?
No account yet? Register
Follow Us on Twitter
Find Us on Facebook
Shalom, bagaimana kabar Anda hari ini? Silahkan login atau register.

Daily Bread

(Dikutip dari Renungan Harian)

Saat Teduh hari ini: Sunday, 01 February 2015


Mazmur 119: 161-168

 

DAMAI YANG SEMPURNA

Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu,

Tidak ada batu sandungan bagi mereka

(Mazmur 119:165)

 

Apakah Anda pernah berada dalam situasi akan meninggal? Beberapa tahun yang lalu, seorang pensiunan utusan Injil berada dalam sebuah pesawat yang berputar-putar di atas kota St. Louis dan tidak dapat mendarat karena cuaca buruk menghalangi pandangan. Sementara persediaan bahan bakar semakin menipis, ia menulis -- untuk berjaga-jaga -- keinginannya yang terakhir dan surat wasiat: "Ada damai, damai yang sempurna.... Hidup bersama Kristus adalah cara untuk hidup. Pada saat-saat seperti ini ada jaminan--bahwa Allah yang mengatasi segala ketidakpastian dalam keberadaan manusia. Karena itu saya berserah pada Allah."

Jika Anda atau saya berada dalam saat genting yang tidak hanya memberi kesempatan tetapi juga dorongan untuk menyatakan iman, apa yang ingin kita ungkap dalam surat wasiat? Apakah surat itu berisi kesaksian yang jelas dan jernih tentang kenyataan adanya Allah, kepastian akan kehadiran Juruselamat, dan perasaan damai karena berkat surgawi yang cukup?

Pada saat bingung maupun tenang, apakah Anda mengenali damai yang diungkap Pemazmur saat menulis: "Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu"? (Maz 119:165). Pernahkah Anda mengalami apa yang dikatakan Yesus, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu"? (Yohanes 14:27).

Mempercayai Tuhan adalah benar-benar cara terbaik untuk menjalani hidup ini. Itulah satu-satunya cara yang dapat melenyapkan ketakutan ketika ajal menjelang  - VG

 

JIKA KITA TERUS MENGARAHKAN PIKIRAN PADA ALLAH

ALLAH MEMBUAT PIKIRAN KITA DAMAI