Hamba Tuhan
Login





Lost Password?
No account yet? Register
Follow Us on Twitter
Find Us on Facebook
Shalom, bagaimana kabar Anda hari ini? Silahkan login atau register.

Daily Bread

(Dikutip dari Renungan Harian)

Saat Teduh hari ini: Wednesday, 22 March 2017


Yesaya 58:6-12

 

SEPANJANG TAHUN

[Tuhan berfirman], “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah

... supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar”

(Yesaya 58:6,7)

 

Selama masa puasa (40 hari menjelang Paskah), banyak orang kristiani berpantang dan merenungkan pengurbanan Kristus bagi kita. Sekelompok orang beriman dari kalangan menengah di sebuah gereja di Inggris memutuskan untuk hidup dengan upah minimum. Mereka ingin ikut merasakan kehidupan orang yang hidup kekurangan, belajar bersukacita dalam memberi, mengundang Allah agar mengubah sikap mereka terhadap uang, dan menantang anggota jemaat yang lain untuk melakukan hal serupa. Sebagai dasarnya, mereka memilih untuk mempelajari Yesaya 58.

Setelah itu, salah seorang pemimpin kelompok tersebut mengatakan bahwa dengan melakukan hal tersebut mereka memperoleh pelajaran yang penting. Hidup berkekurangan “membuat Anda sadar betapa banyak hal yang bisa Anda tanggalkan. Anda menjadi sadar akan apa yang biasanya Anda berikan dan menyadari bahwa hal itu masih sangat jauh dari sebuah pengorbanan”.

Mereka memperoleh pelajaran sesuai dengan pandangan Allah mengenai arti puasa dan pengorbanan. Tuhan berfirman kepada bangsa Israel, “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah ... supaya engkau memecah- mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang yang miskin dan tak punya rumah” (Yesaya 58:6,7). Allah menegur umat-Nya karena puasa mereka telah menjadi sekadar upacara rutin tanpa memedulikan orang lain.

Marilah kita berkorban dengan memberi kepada orang lain. Hal itu tidak hanya kita lakukan selama masa puasa, tetapi sepanjang tahun - AC

 

STANDAR ANDA DALAM MEMBERI LEBIH PENTING DARIPADA STANDAR HIDUP ANDA