Hamba Tuhan
Login





Lost Password?
No account yet? Register
Follow Us on Twitter
Find Us on Facebook
Shalom, bagaimana kabar Anda hari ini? Silahkan login atau register.
Pendeta Koptik Zakaria Botros Memerangi Api Dengan Api PDF Print
User Rating: / 5
PoorBest 
Thursday, 11 March 2010
Walau ia tidak dikenal secara luas di Barat (ataupun Indonesia), pendeta Koptik, Dr Zakaria Botros/Boutros - yang dicap sebagai "MUSUH UTAMA ISLAM #1" oleh surat kabar Arab, al-Insan al-Jadid - terus mencuatkan kontroversi dalam dunia Islam. Bersama dengan missionaris yang kebanyakan Muslim murtadin - ia tampil secara teratur dalam saluran Arab al-Hayat (contoh, "Life TV") yang disiarkan dari AS. Bebas dari sensor negara-negara Islam ataupun serangan-serangan fisik Muslim, di sini ia menangani topik-topik teologi yang kontroversial. Siaran-siaran Botros tentang tradisi dan hukum Islam ini memang sering mempermalukan pemimpin-pemimpin Islam diseluruh Timur Tengah.

Pendeta yang sering mengenakan salib besar ini, duduk dengan Quran dan Injil didekatnya dan tanpa tedeng alilng-aling ia menyerang ajaran Islam sampai ke akar-akarnya. Ia terkenal karena mengumumkan '10 Tuntutan'nya terhadap dunia Islam, antara lain : cabut ayat-ayat Quran yang memusuhi dan menganjurkan pembunuhan terhadap kaum Yahudi, Kristen dan memaksa Yahudi dan Kristen untuk memeluk Islam. 'Kalau kalian tidak sanggup mencabut ayat-ayat Quran itu,' katanya, 'jangan anggap bahwa kami akan cabut dari agama kami.'

Bisa dilihat disini : http://www.memritv. org/clip/ en/753.htm

Akibat siaran-siaran Dr Zakaria ? PEMURTADAN BESAR-BESARAN. Pembaptisan baru-baru ini oleh Paus Benedikt XVI atas wartawan Italia kelahiran Mesir - Magdi Allam - hanyalah puncak gunung es yang jauh lebih besar.

Malah, seorang ulama bernama Ahmad al-Qatani mengaku di TV al-Jazeera beberapa waktu lalu bahwa : 6 JUTA Muslim masuk Kristen setiap tahun, kebanyakan 'terbuai' oleh siaran-siaran Botros. Baru-baru ini, al-Jazeera mencap TV al Hayat sebagai "serangan evangelis yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap dunia Muslim.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi fenomena Botros ini :

PERTAMA, bentuk media baru - khususnya TV satelit dan Internet (bentuk-bentuk utama TV al Hayat) - memungkinkan orang bertanya tentang Islam, tanpa takut dianiaya atau dibunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton - bahkan dari Saudi, dimana Injil-Injil disita dan dibakar - menelpon show itu untuk berdebat dengan Botros dan kolega-koleganya dan bahkan menyatakan kemurtadan mereka [dan masuk Kristen].

KEDUA, siaran Botros dalam bahasa Arab - bahasa sekitar 200 juta orang, kebanyakan Muslim. Kemahiran Botros berbahasa Arab Klasik tidak hanay memungkinkannya mencapai audiens yang lebih luas, dan memungkinkannya untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada Muslim-muslim KTP tentang kepincangan- kepincangan dalam Islam.

KETIGA, analisanya tidak dapat dibantah. Contoh pembahasannya tentang "Apakah jihad sebuah kewajiban bagi semua Muslim ?"; "Apakah wanita lebih rendah dari pria dalam Islam?"; "Benarkah Mohammed mengatakan bahwa monyet-monyet wanita harus dirajam dengan batu ?" "Apakah meminum air kencing nabi-nabi memang diwajibkan shariah ?". Botros menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yang jelas, dari teks otoritatif Quran, hadis dan teologi-teologi Muslim ternama, dari dulu sampai sekarang.

Ia juga mengundang para ulama untuk menunjukkan kesalahan metodologinya (kalau ada). Tapi ia menuntut bahwa jawaban ulama harus didasarkan pada "al-dalil we al-burhan," - "dalil dan bukti."

DAN ternyata, tanggapan ulama sering dalam bentuk BUNGKAM KESUMAT, yang membuat siaran-siaran Botros semakin menggiurkan bagi penonton Muslim. Ulama yang sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpul an Botros mau tidak mau MALAH menyatakan persetujuan mereka dengannya - sehingga sering menunjukkan wajah-wajah merah malu pada siaran TV langsung ini.

Botros menghabiskan tiga tahun untuk menarik perhatian dunia pada sebuah hadis otentik namun sangat memalukan bahwa : wanita Muslim harus MENYUSUI lelaki tidak semuhrim (bahkan lelaki tidak dikenal) agar dapat berada dalam satu ruangan sendiri dengan si lelaki tersebut.

Seorang pakar hadis, Abd al-Muhdi, dihadapkan pada hadis ini pada sebuah siaran TV live yang dimoderasi oleh pembawa acara Hala Sirhan. Al-Muhdi menegaskan bahwa meyusui lelaki dewasa, menurut shariah, adalah sebuah CARA SAH untuk memudahkan wanita-wanita, yang tadinya "terlarang" bagi lelaki yang tidak semuhrim, mengadakan hubungan dengan lelaki lain - logikanya adalah bahwa dengan "menyusui" lelaki itu, ia menjadi seperti "putera" sang wanita dan oleh karena itu tidak lagi bisa memiliki nafsu birahi terhadap wanita tersebut.

Yang paling lucu, Ezzat Atiyya, kepala Departemen Hadis di Universitas al-Azhar - institusi Islam Sunni yang paling otoritatif - malah mengeluarkan fatwa untuk mengabsahkan "Rida' al-Kibir" (istilah shariah bagi "menyusui orang dewasa"), yang sampai mengakibatkan kemarahan besar dalam dunia Islam sampai fatwa itu harus dicabut. (Tapi hadis-nya masih eksis!)

Botros memainkan peranan penting dalam memfokus pada masalah memalukan ini dan memaksa ulama untuk memberi tanggapan. Seorang tamu lain pada show Hala Sirhan, Abd al-Fatah, malah semakin mempermalukan para ulama: "Saya tahu kalian semua menonton siaran pendeta itu dan tidak seorangpun dari kalian [menunjuk pada Abd al-Muhdi] mampu menanggapinya, karena ia selalu mengutip sumber-sumber sahih !"

Karena impotensi mereka menjagal Botros, satu-satunya strategi yang tersisa bagi ulama adalah menuntut kematiannya (dengan hadiah US$5 juta bagi kepalanya) atau tidak mengacuhkannya. Setiap kali namanya muncul, mereka mengutuknya sebagai siapa lagi kalau bukan antek-antek Yahudi. Taktik ini mungkin memuaskan beberapa Muslim TAPI tetap saja masyarakat umum terus menuntut agar ulama memberikan jawaban tegas dan konkrit kepada sang pendeta.

Contoh paling dramatis adalah pada siaran TV internasional, Iqra.

Sang pembawa acara, Basma, Muslimah konservatif berhijab, menanyakan kepada dua ulama, termasuk Sheikh Gamal Qutb, yang pernah menjabat sebagai mufti agung universitas al-Azhar, untuk menjelaskan legalitas ayat Quran (4:24) yang mengijinkan lelaki untuk menggagahi wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang-ulang menanyakan: "Betulkah menurut shariah, sex dengan budak masih berlaku ?"

Kedua ulama tidak memberikan jawaban jelas, mereka cuma bisa OOT (Out Of Topic) dan mengutuk Yahudi. Basma menegaskan kembali : pemuda-pemuda Muslim bingung dan PERLU JAWABAN seketika ini juga, karena "ada sebuah saluran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun & belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian."

Sheikh Qutb yang wajahnya memerah berteriak, "Percuma menanggapi orang-orang hina macam itu !" dan angkat kaki dengan marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu mengumpat dan mengutuk Botros. Ketika Basma mengatakan "99% Muslim, termasuk saya, tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit menerimanya." Sang sheikh menjawab, "Kalian tidak perlu mengerti." Dan bagi Muslim-muslim yang menonton dan dipengaruhi Botros, ia menghardik, "Itu urusan kalian ! Kalau putera saya sakit dan memilih untuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter - maka itu urusan dia !"

Namun sukses utama Botros adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa Muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri programnya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua Muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan dan membawa mereka menuju kebenaran.

Dengan demikian Father Zakaria Botros memerangi api dengan api.


* * * * *

US$60 JUTA HADIAH BAGI KEPALA PENDETA ZAKARIA BOUTROS
(www.cbn.com/ cbnnews/cwn/ 092906zakaria. aspx)


CWNews.com - Pendeta Orthodox Yunani, Father Zakaria Boutros membuat dunia Muslim kebakaran jenggot.

Image

Program TV-nya, 'Truth Talk' disiarkan setiap hari ke Timur Tengah lewat channel satelit Al-Hiyat. Ia sering menentang Muslim dengan memaparkan tidak konsistennya doktrin Islam - yang disembunyikan para pemimpin Muslim dari pengikut yang dilarang mempertanyakan doktrin.

"Islam tidak dapat mempertahankan diri terhadap pertanyaan intelektual. Muslim tidak ada yang dapat mengerti kontradiksi dalam Quran dan Hadis. Jadi saya ingin agar orang mau bertanya dan belajar. Ini Islam; kau harus terima mentah-mentah, kalau tidak.... kau akan dibunuh," demikian Zakaria.

Father Zakaria juga mempertanyakan pribadi nabi Muhamad, yang katanya hanya bertujuan pada hal-hal duniawi. "Muhamad hanya mempedulikan tiga hal: wanita, parfum dan makanan," katanya. "Mana mungkin ia dapat menawarkan penyelamatan. Dimana cinta yang diajarkannya? Dimana missinya sebagai nabi Tuhan?"

Siaran-siaran Pendeta Zakaria ini mengundang kemarahan Muslim sedunia dan malah ada tawaran $60 juta bagi kepalanya. Tapi ia tidak sedikitpun mengurangi sikap konfrontasionalnya itu.

Pernyataan-pernyata an provokatifnya itu memang dirancang agar Muslim mempelajari agama mereka.

"Ini cara saya: pendek, tajam, dan meninggalkan shock," kata Zakaria.

Ini juga yang terjadi pada James, orang Mesir yang menontoh siarannya pada malam buta saat semua anggota keluarganya sedang tidur.

"Pertama kali saya menontonnya, saya langsung marah dan ingin membunuhnya," katanya.

Lalu ia mulai baca Quran untuk membantah pendapat Zakaria. Tapi akibatnya malah tidak disangkanya. "Saya mulai memikirkan hal-hal yang belum pernah saya pikirkan," katanya, "Dan tiba-tiba pengertian saya berubah dan segalanya menjadi jelas." Isterinyapun murtad !

"Saya sadar bahwa Islam adalah agama palsu," kata Mary. "Ketika saya menyadari kebenaran, saya tinggalkan jilbab saya. Saya merasa telah dibebaskan. "Hidup bukan menyangkut agama, hidup adalah membina hubungan dengan Tuhan."

Pendeta Zakaria mengatakan, dunia Muslim penuh dengan orang-orang seperti James dan Mary.

Ribuan orang mengunjungi Internet chat roomnya di 'Pal Talk' setiap bulan. Mereka ingin menantang ajaran Zakaria tapi buntutnya, mereka malah menjadi murtad !

Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Subject:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
< Prev   Next >