Hamba Tuhan
Login





Lost Password?
No account yet? Register
Follow Us on Twitter
Find Us on Facebook
Shalom, bagaimana kabar Anda hari ini? Silahkan login atau register.
Hukum Taurat Atau Anugerah 2/4 PDF Print
User Rating: / 3
PoorBest 
Wednesday, 27 July 2011
Sambungan Dari Bagian #1

Bab Dua

"Kalau demikian apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu.– dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat kedalam tangan seorang pengantara. Seorang pengatara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi kitab suci telah mengurung segala sesuatu dibawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu dinyatakan".  (Galatia 3:19-23) Tidak diragukan lagi, ini adalah bagian-bagian yang terpenting  dan yang memberi gambaran jelas dalam Firman Allah tentang kedudukan dari hukum Taurat dan kasih  karunia (anugerah) dalam rencana keselamatan Allah. Bagian itu dibuka dengan sebuah pertanyaan dimana Paulus telah mengantisipasi dan mengetahui bahwa pasti akan dipertanyakan, setelah apa yang ia telah tulis dalam pasal-pasal sebelumnya. Ini adalah pertanyaan Paulus:

 

Pertanyaan

"Kalau demikian apakah maksudnya hukum Taurat?" (Galatia 3:19)

 

Paulus telah memperlihatkan bahwa seorang manusia tidak dapat dibenarkan oleh hukum Taurat, ia tidak dapat dikuduskan oleh hukum Taurat, dan ia tidak dapat dipelihara oleh hukum Taurat. Jadi tentu saja pertanyaan itu akan segera timbul, "Jadi mengapa pada mulanya Allah telah memberi hukum Taurat kepada umat Israel ? Jika Allah telah mengetahui dari awalnya bahwa hukum Taurat tidak dapat menyelamatkan atau membenarkan atau menguduskan, atau membuat manusia menjadi lebih baik, lalu mengapa Allah tetap memberi hukum Taurat juga? Jika Allah mengetahui bahwa manusia yang penuh dosa tidak dapat memelihara hukumNya yang suci, lalu apakah tujuan dalam pemberian ini? Allah telah mengetahui bila Ia memberikan hukum itu bahwa tidak akan ada orang berdosa akan menurutinya. Ya, Allah tahu bahwa tak ada orang berdosa dapat menurutinya. Di dalam hukum Taurat, Allah menginginkan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang berdosa. Apakah itu tidak fair, tidak masuk akal, dan tidak benar dari Allah untuk menginginkan sesuatu yang Ia telah tahu bahwa tidak akan mungkin manusia dapat melaksanakannya? Ya, saya kira jika Allah hanya memberi hukum Taurat saja, itu akan kelihatan tidak fair, tetapi Allah juga telah menyediakan kasih karunia kepada mereka yang tidak dapat menuruti hukum-Nya, dan yang rela mengakui ketidakmampuannya. Dan itu adalah inti pertanyaan, "Lalu mengapa Allah memberikan hutkum Taurat itu?"

 

Hukum Taurat itu hanya adalah satu langkah persiapan menuju wahyu anugerah (kasih karunia). Itu diberikan untuk meyakinkan manusia bahwa tidak ada keselamatan oleh perbuatan-perbuatan hukum itu, agar ia berhenti mengusahakan dan mencoba diselamatkan oleh perbuatan-perbuatan dan ketaatannya sendiri, dan berpaling dari hukum Taurat kepada kasih karunia Allah saja. Dan oleh sebab itu Paulus menjawab pertanyaan, "Lalu mengapa hukum Taurat?" dengan berkata: Ia ditambahkan karena pelanggaran-pelanggaran sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu." (Galatia 3:19)

 

Itu telah ditambahkan, oleh karena itu, sifatnya sementara, dan telah ditambahkan untuk mengajar manusia suatu pelajaran yang sangat penting sekali. Kita tahu kapan itu ditambahkan, sebab terjadinya di Sinai. Alasannya untuk menyatakan kondisi manusia yang sama-sekali sia-sia dan hatinya yang jahat dan mengerikan, dengan jalan menegakkan dihadapannya, standar kebenaran Allah yang sempurna, kudus, yang dinyatakan di dalam hukum Taurat, dengan demikian manusia yang jahat itu dapat melihat betapa sungguh jahatnya dia, betapa jauhnya ia jatuh dari standar Allah yang sempurna, betapa sia-sianya untuk berusaha dan diselamatkan oleh perbuatan kita, jadi mempersiapkan manusia untuk menerima keselamatan oleh anugerah Allah melalui iman di dalam Yesus Kristus, daripada oleh perbuatan-perbuatan hukum Taurat. Itu ditambahkan untuk menunjukkan kepada manusia betapa sungguh ia seorang yang berdosa.

 

Setelah lebih dari seribu lima ratus tahun setelah ini, Yesus Kristus datang dan mengungkapkan jalan satu-satunya dari keselamatan Allah. Pelayanan hukum Taurat sekarang berakhir, hukum itu telah melakukan perbuatannya yang sempurna, ia telah membuktikan bahwa yang mana ia telah ditetapkan untuk membuktikan, yaitu bahwa hukum Taurat tidak dapat membuat manusia menjadi lebih baik, karena setelah seribu lima ratus tahun, orang-orang yang kepadanya hukum Taurat itu diberikan, menyalibkan Anak Allah pada salib di Kalvari.

 

 

Akhir dari Hukum Taurat

Bahwa lalu hukum Taurat berakhir, dan karena itu Paulus berkata tentang hukum itu:  "itu ditambahkan, SAMPAI DATANG KETURUNAN yang dimaksud"

 

Kami ingin anda memperhatikan kata-kata, sampai datang keturunan. Kami tahu apa yang Paulus tunjukkan berkenaan dengan "keturunan" Dalam ayat 16 dari pasal yang sama (Gal 3), ia berkata:

 

"Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan 'kepada keturunan-keturunannya' seolah-olah banyak orang, tetapi hanya satu orang; 'dan kepada keturunanmu', yaitu Kristus"  (Gal 3:16)

 

Maka keturunan dalam hubungan ini, adalah Yesus Kristus, dan oleh sebab itu kita selamat secara sempurna dan dibenarkan dengan membaca ayat 19 sebagai berikut: "Itu ditambahkan sampai Kristus datang"

 

Setelah ditegakkan, oleh karena itu, faktanya bahwa Taurat, yakni hukum Taurat seutuhnya, sifatnya adalah sementara dari Musa ke Kristus dan kemudian bahwa umur hukum Taurat itu berakhir pada kayu salib Kristus, sekarang Paulus mengantisipasi sebuah pertanyaan lain dalam ayat 21: "Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat."  (Gal 3:21)

 

Nah adalah amat penting bahwa kita perlahan-lahan di sini, kalau tidak kita kehilangan pokok yang sangat penting. Jelas sekali bahwa hukum Taurat tidak di-disain untuk memberi kehidupan. Jika satu saja orang Israel telah dapat menuruti hukum itu, maka Kristus sama-sekali tidak akan diperlukan untuk mati, karena nanti akan dibuktikan bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri, dan tidak perlu membutuhkan seorang Juru-selamat. Karena itu Paulus berkata, "Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus" (Gal. 2:19). KematianNya akan menjadi suatu yang segala-galanya tidak diperlukan dan pengorbanan yang sia-sia. Fakta-nya bahwa tidak seorangpun di dalam dirinya dapat menuruti atau diselamatkan oleh hukum Taurat ini, adalah hal yang itu juga yang mengharuskan kedatangan Juru-selamat, apabila orang sesungguhnya akan diselamatkan. Dan oleh sebab itu Paulus melanjutkan dalam ayat 22: "Tetapi kitab suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh iman dalm Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya."  (Gal. 3:22)

 

Lalu inilah pelayanan dari hukum Taurat, untuk membuktikan bahwa kita semua adalah orang yang berdosa, dan harus berpaling kepada seseorang yang lain untuk keselamatan. Nah fakta ini dibuktikan oleh sejarah umat Israel , bangsa perjanjian Allah sendiri, kepada mereka lah hukum ini diberikan oleh Musa. Taurat ini telah melakukan pekerjaannya yang sempurna, ia telah mendemonstrasikan sama-sekali kebejatan dari hati manusia dan membiarkan manusia terkutuk, dihukum, dan terhilang, dan manusia harus berpaling kepada kasih karunia – kepada Kristus – untuk belas kasihan (rahmat) dan pengampunan.

 

 

Kami dan Kamu

Sebelum melanjutkan, saya ingin memberi hanya sebuah kunci yang sederhana untuk interpretasi yang tepat dari surat kiriman Paulus kepada orang-orang Galatia yang kami begitu sering hubungkan. Seperti anda tahu, surat kiriman ini untuk memperbaiki kesalahan yang ada, yaitu bahwa sementara kita telah diselamatkan oleh iman, kita selanjutnya dipelihara oleh hukum Taurat, dan akhirnya kita diselamatkan oleh perbuatan dan tingkah laku kita kita sendiri, apabila kita melanjutkannya sampai ke akhir, daripada hanya oleh kasih karunia saja. Nah Paulus menggunakan dua buah kata ganti orang dalam surat kiriman kepada orang Galatia , yaitu "Kami" dan "Kamu". Ingatlah kata-kata ganti orang itu, "Kami" dan "Kamu". Paulus adalah seorang Israel , seorang Yahudi yang diselamatkan oleh anugerah. Karena itu, bilamana ia menyebutkan "Kami", ia sedang menunjuk kepada orang Kristen Yahudi, termasuk dirinya, tetapi ketika ia memakai kata ganti orang "Kamu", ia menunjuk kepada orang Kristen non Yahudi yang kepada mereka ia menulis surat. Nah bila anda dengan hati-hati mengingat bahwa "Kami" menunjuk kepada orang Yahudi, dan "Kamu" menunjuk kepada orang percaya non Yahudi, anda akan tidak sulit untuk mengerti surati kiriman itu. Perbendaan ini antara KAMI (Yahudi) dan KAMU (Non Yahudi), yang telah menjadi awal seluruh kontroversi (perdebatan). Orang Yahudi yang legal pada zaman Paulus bersikeras bahwa orang percaya non Yahudi harus menjadi Yahudi, karena itu harus disunat, dan memelihara hukum Musa. Ini ditolak dengan keras sekali oleh Paulus, dan berkata bahwa sejak Kristus datang semua hukum Taurat telah dipenuhi, dan sekarang semua, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, kedua-duanya KAMI dan KAMU telah selamat, dibenarkan, dituntun, dan dikuduskan oleh kasih karunia. Dengan pembedaan yang jelas dalam pikiran, perhatikan ayat 23: "Sebelum hukum itu datang, kami (orang Yahudi) berada dibawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung smpai iman itu telah dinyatakan."  (Gal 3:23)

 

Nah jangan lepaskan ajaran Paulus ini, karena ia berkata, Kami (Yahudi) sebelum Kristus datang, di bawah pengawalan hukum Taurat, dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Hukum itu mengurung umat Israel. Itu di desain untuk menutupi semua kesempatan untuk keluar oleh pekerjaan-pekerjaan hukum Taurat, agar mempersiapkan mereka untuk diselamatkan oleh iman. Hukum itu menutup setiap mulut, dan membuat seluruh dunia bersalah di depan Allah (Roma 3:19).

 

 

Penuntun Kami

Kemudian Paulus mengajukan suatu gambaran lain. Dalam kupasan sebelumnya, Paulus menggambarkan hukum Taurat itu hanya untuk sementara saja, hanya untuk mengancam kita dengan kutuk penghukuman. Disini dalam pokok ini hukum Taurat di bandingkan dengan pengajar/penuntun dalam Galatia 3:24:

 

"Jadi hukum Taurat adalah penuntun untuk membawa KAMI kepada Kristus, agar KAMI dibenarkan oleh iman."  (Gal 3:24)  Catatan: Ayat di atas adalah terjemahan langsung dari KJV: "Wherefore the law WAS OUR schoolmaster to bring us to Christ, that we might be justified by faith".

 

Inilah satu dari bagian yang paling keliru dipahami dalam Alkitab. Hal ini  dikutip berulang-ulang oleh mereka yang mengajar bahwa hukum Taurat sekarang adalah guru dari Allah untuk memimpin kita kepada Kristus, tetapi bila anda mau memperhatikan ayat itu dengan saksama, ayat itu berkata begini:

"The law WAS our schoolmaster." (KJV)  " Taurat TELAH menjadi penuntun kami."

 

Dua kata disini, harus diperhatikan yaitu: kata TELAH (was) dan kami punya (our). Itu tertulis dalam tata bahasa waktu lampau, bukan dalam waktu sekarang. Tertulis hukum Taurat TELAH, bukan SEDANG menjadi penuntun kami. Dan kata kedua adalah KAMI punya, bukan KAMU yang punya penuntun. Paulus sedang menulis sebagai seorang percaya Yahudi kepada orang percaya non Yahudi, dan sebab itu ia berkata bahwa hukum Taurat telah menjadi kepunyaan KAMI, hukum itu adalah penuntun orang Israel , untuk membawa kami kepada Kristus. Perhatikan juga bahwa tiga kata dalam ayat ini tulisannya miring (italics), dan kata-kata ini adalah "untuk membawa kami" (to bring us). Seperti anda ketahui, tulisan miring dalam Alkitab menunjukkan bahwa kata-kata itu tidak terdapat dalam tulisan aslinya, tetapi ditambahkan oleh para penerjemah untuk, untuk memberikan arti dari buah pikiran mereka. Kata-kata ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian, tetapi kadangkala kata-kata itu tidak berarti. Karena kata-kata italics ini bukan aslinya, untuk amannya kita boleh saja menghilangkannya, maka kemudian ayat itu akan dibaca sebagai berikut: “Jadi hukum Taurat TELAH (bukan sedang) menjadi penuntun KAMI (Israel) kepada Kristus, agar KAMI (orang Yahudi) dapat dibenarkan oleh iman."

 

Bahkan Paulus dan kaum sebangsanya Israel tidak dapat dibenarkan oleh hukum Taurat, dan harus mengambil pelajaran bahwa hukun Taurat hanya untuk tujuan dari persiapan mereka untuk kedatangan Kristus dan pekerjaan hukum Taurat dilaksanakan. Kata "schoolmaster" atau "penuntun" adalah "pelatih". Itu menunjuk kepada seorang hamba biasanya seorang budak, yang kepadanya seorang anak kecil dipercayakan untuk pelatihan, pengajaran dan disiplin sampai ia menjadi dewasa. Latihan ini biasanya berat dan keras untuk mengajarkan padanya kepatuhan, ketahanan, dan disiplin. Tetapi ketika anak itu telah menjadi dewasa, ia telah lulus dari pelatih atau guru, yang disini disebut seorang penuntun, ia telah mengambil kedudukan sebagai seorang anak dalam keluarga dari ayahnya. Otoritas dari penuntun hilang seluruhnya pada saat anak kecil itu menjadi seorang anak dewasa, dan oleh sebab itu, Paulus berkata:

 

"Hukum Taurat TELAH menjadi penuntun (pendidik, pelatih atau guru) KAMI sampai Kristus datang, supaya kami dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kami tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun." (Gal 3:24-25)

 

Jadi umat Israel telah dituntun di bawah hukum Taurat sampai Kristus datang, dan berhenti melaksanakan perintahnya, dan ini adalah benar dari orang percaya dalam Kristus. Ia tidak lagi seorang anak kecil di bawah seorang penuntun, pemandu, atau pelatih, tetapi ia adalah seorang anak Allah di bawah kasih karunia. Orang percaya itu telah tamat, sekolah tidak ada lagi. Ia sekarang telah siap untuk bekerja. Anak yang telah dewasa ini sekarang dengan senang hati melakukan apa yang diperintahkan kepada anak kecil yang di bawah hukum Taurat untuk melakukannya. "Setelah iman itu datang", kata Paulus, "kami tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun."   

 

Kemudian Paulus menyambung: "Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus."  (Gal 3:26).

 

Perhatikanlah dengan saksama pergantian kata ganti orang di sini, dari KAMI ke KAMU, dan ia berkata, "kamu (orang percaya bukan Yahudi) semua adalah anak-anak Allah karena melalui iman dalam Yesus Kristus." Hukum Taurat telah untuk kami orang Yahudi, kata Paulus, untuk melayani sebagai contoh untuk semua manusia. Tetapi "kamu" (orang percaya bukan Yahudi) tidak berada di bawah hukum Taurat. Dan apa yang benar dari orang-orang percaya bukan Yahudi ini lanjut Paulus, sekarang juga benar bagi kita sekalian. Dan oleh karena itu ia menambahkan: "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu dalam Kristus Yesus." (Gal 3:28)

 

Taurat telah melakukan pekerjaannya yang sempurna. Hukum Taurat telah membuktikan bahwa keselamatan harus oleh kasih karunia (anugerah). Itu sama sekali bukanlah suatu persoalan tentang hukum Taurat lagi, tetapi iman dalam Kristus, dan ketika kita percaya kepada Yesus, kita menerima seorang Guru yang baru, Pribadi yang bukan saja dapat mengajar apa yang kita lakukan, tetapi juga memberikan kita kekuatan untuk melakukannya. Paulus mengatakan pada kita dalam Titus: "Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini."  (Titus 2:11-12).

 

Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Hukum Taurat. Ia hanya dapat menuntut, tetapi tidak dapat membuat kita sanggup melaksanakan-nya. Dan sebab itu kita temukan bahwa kasih karunia Allah sekarang adalah guru kita. Menurut Perjanjian Lama, Taurat telah menjadi seorang guru yang dapat menunjukkan di mana kita salah, tetapi tidak dapat berbuat sesuatu untuk menolong kita, tetapi sekarang kita memiliki oknum yang memberkati yaitu Roh Kudus, yang tidak saja menuntut kekudusan, tetapi melimpahkan kekudusan, yang tidak saja menunjukkan apa yang benar, tetapi memampukan kita berbuat benar. Dan sebab itu kita dapat berteriak:

 

"Bebas dari hukum Taurat, Oh nuansa bahagia,

Yesus telah mati dan tersedia pengampunan.

Terkutuk oleh Taurat, dan rusak oleh kejatuhan,

Kristus telah menebus kita, Sekali untuk selamanya."

Haleluyah!

 

Bersambung Ke Bagian #3

 

Judul asli:    Law or Grace      Oleh:  Rev. M. R. De Haan

Terjemahan: Ev. David Lusikooy, Jakarta
Comments
Add NewSearch
SONDANG GULTOM - HUKUM TAURAT DAN KASIH KARUNIA   | 30-09-2011 18:11:23
KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS , KITA SUDAH HIDUP DIDALAM ROH DAN KITA SUDAH MASUK DALAM KERAJAAN ALLAH YANG SUDAH ADA DIDUNIA KETIKA YESUS DISALIBKAN. kARENA ITU KITA SUDAH SEPERTI HIDUP DI SURGA, WALAUPUN PADA HAKEKATNYA KITA ADA DIBUMI, SEHINGGA 10 HUKUM TAURAT ITU TIDAK DAPAT DITERAPKAN LAGI. KEHIDUPAN DI SURGA MENCERMINKAN KITA TIDAK AKAN MELAKUKAN YANG BERTENTANGAN DENGAN 10 HUKUM TAURAT (TERMASUK TIDAK ADA CINTA MENCINTAI). DISURGA HANYA ADA KASIH. oLEH SEBAB ITU KASIH ADALAH YANG TERBESAR ( 1 kORINTUS 13 : 13) DAN KASIH TIDAK BERKESUDAHAN (1 KORINTUS 13 : 8). KASIH ITU SEMPURNA, KARENA BERASAL DARI ALLAH, DAN ALLAH ADALAH KASIH.
JADI HUKUM KASIH KARUNIA ADALAH PERSIAPAN KITA UNTUK BERTEMU DENGAN ALLAH BAPA DI KERAJAAN SURGA/ALLAH SETELAH MELALUI PROSES KERAJAAN 1.000 TAHUN B)
TOLONG DIKEMBANGKAN IDE INI. GBU
gabby - benarkah 10 hukum yang di paku   | 06-10-2011 18:48:17
Matius 5: 17-18.
Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para Nabi, Aku datang bukan utk meniadakanya melainkan untuk menggenapinya.
karena Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum lenyap langit dan bumi ini,satu iota atau satu titikpun tidak akan di tiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Tolong di jelaskan ayat ini agar saya mengerti maksud firman.

Roma 3:31 jika demikian (paulus) adakah kami membatalkan Hukum Taurat ini karena iman? sama sekali tidak! melainkan kami meneguhkanya.

tolong juga di jelaskan ayat ini..

Wahyu 14:12. yang penting disini ialah ketekunan orang orang kudus dan menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

tolong juga ini di jelaskan.. GBus
Write comment
Name:
Subject:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
< Prev   Next >