Hamba Tuhan
Login





Lost Password?
No account yet? Register
Follow Us on Twitter
Find Us on Facebook
Shalom, bagaimana kabar Anda hari ini? Silahkan login atau register.
Seperti Inikah Rumah Yesus Dulu? PDF Print
User Rating: / 4
PoorBest 
Thursday, 07 January 2010

NAZARETH, ISRAEL, KOMPAS.com – Menjelang Natal, para arkeolog, Senin (21/12/2009) mengungkapkan penemuan rumah dari daerah tempat masa kecil Yesus. Tempat tinggal sederhana ini adalah yang pertama yang ditemukan di Nazareth yang usianya kira-kira tepat pada era Yesus. Di masa itu Nazareth hanyalah dusun kecil yang terdiri kira-kira 50 keluarga Yahudi miskin, tapi di situlah Yesus melewati masa kecilnya.

Gambar 1

Para arkeolog dan juga penduduk Nazareth kini membayangkan kanak-kanak Yesus, bermain dengan anak-anak lainnya di dusun terpencil itu, tak jauh dari tempat sang penghulu malaikat Gabriel yang menyatakan pada Maria bahwa ia akan mengandung anak laki-laki.

Kini Basilika Kabar Gembira yang megah telah menandai tempat Maria mendapat pewahyuan itu, dan Nazareth telah berubah menjadi kota terbesar di utara Israel dengan penduduk mencapai 65.000 jiwa. Umat Muslim lebih banyak dibanding umat Nasrani di kota besar itu atau sekitar dua berbanding satu.

Temuan arkeologis menunjukkan betapa bedanya keadaan 2000 tahun yang lalu: tak ada umat Nasrani ataupun Muslim waktu itu, Bait Allah orang Yahudi masih berdiri di Yerusalem, dan dusun Nazareth ada di dekat medan perang antara Romawi, penguasa saat itu, dan pejuang gerilya Yahudi.

Orang Yahudi di Nazareth menggali parit-parit tersembunyi untuk menghindari penjajah Romawi, menurut arkeolog Yardena Alesandre, pemimpin penggalian dari Otorita Peninggalan Israel. Tapi dusun itu cukup jauh dari jalan setapak sehingga ternyata goa-goa parit itu tak diperlukan.

Berdasarkan tembikar dan serpihan kapur yang ditemukan di situs itu, tempat tinggal ini sepertinya merupakan rumah dari keluarga Yahudi bersahaja. Para penggali pelan-pelan meluruhkan lapisan lumpur dengan memakai beliung-beliung kecil, dan dibaliknya ditemukan tembok-tembok batu.

"Kemungkinan ini tempat yang sangat dikenal Yesus dan orang-orang di zamannya," kata Alexandre. Yesus di masa mudanya mungkin bermain sekitar tempat ini bersama para sepupu dan teman-temannya. "Ini asumsi yang cukup logis." Penemuan menjelang perayaan Natal ini membangkitkan rasa antusias kaum Nasrani setempat.

"Kata orang, bila manusia tak mau bicara, maka batu-batu pun akan berbicara," komentar Pendeta Jack Karam dari basilika yang tak jauh dari sana. Arkeolog Stephen Pfann, presiden dari Universitas The Holy Land, menyatakan: "Ini adalah satu-satunya saksi yang kita ketemukan dari daerah itu yang menunjukkan bagaimana tembok dan lantai di Nazareth pada abad pertama."

Namun, Pfann bukan salah satu anggota dari penggalian tersebut. Alexandre mengatakan bahwa para penggali pertama kali menemukan tanda-tanda adanya bekas hunian itu di akhir musim panas yang lalu, tapi baru bulan inilah terlihat jelas bahwa bangunan itu berasal dari zaman Yesus.

Tim Alexandre menemukan reruntuhan tembok, tempat bersembunyi, pekarangan, dan sistem perairan yang mengumpulkan air dari atap dan menyalurkannya ke dalam rumah. Penemuan ini ditemukan ketika para pekerja bangunan menggali pekarangan bekas biara untuk pembangunan balai Kristen, beberapa meter dari basilika.

Belum jelas berapa besar bekas rumah itu. Tim Alexandre telah menyingkap kira-kira 83 meter persegi dari rumah itu, tapi kemungkinan tempat ini dihuni beberapa keluarga, jadi bisa saja lebih luas lagi, katanya.

Para arkeolog juga menemukan jalan masuk rahasia ke parit, yang diyakini Alexandre dahulu digunakan orang Yahudi untuk bersembunyi dari prajurit Romawi yang bertempur melawan pemberontak Yahudi untuk mengamankan daerah tersebut.

Parit itu bisa menyembunyikan sekitar enam orang untuk beberapa jam, Alexandre menjelaskan. Tapi akhirnya prajurit Romawi tak sampai menyerang orang Yahudi di Nazareth, karena dusun itu kecil nilai strategisnya. Prajurit Romawi lebih memperhatikan kota-kota besar dan komunitas di atas bukit yang lebih strategis.

Alexandre mengatakan bahwa parit-parit rahasia yang serupa ditemukan di bekas pemukiman Yahudi lainnya di sekitar Galilea, seperti di desa Kana yang disebut di Alkitab. Dalam hal Kana, desa ini pernah mengalami perang antara orang Yahudi dan Romawi.

Para arkeolog juga menemukan wadah tembikar dan kapur yang diperkirakan digunakan orang-orang Yahudi di Galilea pada masa itu. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa sebuah keluarga Yahudi tinggal di sana karena adanya kapur, yang digunakan bangsa Yahudi di zaman itu untuk memurnikan makanan dan air dalam wadah-wadah tersebut untuk ritual.

Serpihan-serpihan itu juga berasal dari zaman Yesus, yang juga merupakan masa akhir Helenik, yaitu suatu periode awal Romawi yang berlangsung sekitar tahun 100 SM sampai akhir abad pertama. Perhitungan itu dilakukan dengan membandingkan temuan itu dengan serpihan dan bekas dari masa yang sama tapi dari tempat-tempat lain di Galilea.

Ketiadaan bekas wadah gelas atau produk impor lainnya menandakan bahwa bekas penghuninya bersahaja, tapi Alexandre mengatakan bahwa temuan-temuan itu tidak menunjukkan apakah orang-orang itu merupakan petani atau pedagang.

Artefak lain-lainnya dari zaman Yesus yang ditemukan di daerah Nazareth hanyalah gua pemakaman kuno yang mengindikasikan perkiraan populasi desa di masa itu.

Para penggali kini tengah menyingkirkan bangunan yang menimpa bekas hunian itu, yang nantinya akan dipelihara. Reruntuhan hunian itu akan menjadi bagian dari balai Kristen internasional baru yang akan dibangun dekat penggalian itu, yang dibiayai oleh kelompok Katolik Romawi-Perancis, kata Marc Hodara dari Komunitas Chemin Neuf yang mengepalai pembangunan itu.

Alexandre mengatakan bahwa keterbatasan tempat dan padatnya populasi menghalangi para arkeolog untuk menggali daerah itu lebih luas, sehingga cukup reruntuhan ini yang akan menjadi saksi bisu akan asumsi gambaran rumah Yesus di masa kecilnya.

Penemuan ini, "Pada masa kini, di waktu sekarang, sangatlah menarik, terutama bagi seorang Kristen," kata Karam, "Bagiku ini anugrah yang indah." (C17-09)

 

Comments
Add NewSearch
Write comment
Name:
Subject:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
 
< Prev   Next >